UNDERSTANDING WASATHIYYAH IN THE BOOK OF AL-QUR’AN AL-KARIM DAN TERJEMAHAN BEBAS BERSAJAK DALAM BAHASA ACEH

Fauzi Fauzi

Abstract


Abstract: This article aims to examine the meaning of wasathiyyah in the book al-Quran al-Karim dan Terjemahan Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh. The research is qualitative and documentation as a data collection technique. The result of the research is that the author of this book gives varied meanings with the word wasatha. Among them the meaning of this word: saban (same), sama teungoh (same in the middle), seudang (middle). Wasathiyyah covers aspects of worship, mu‘âmalah, ethics and so on. In terms of worship, levels, models and times are given guidance in the Shari‘ah. In the aspect of mu‘âmalah, this concept regulates how to communicate, time and how to interact. In terms of ethics, this wasathiyyah becomes a role model in attitude and behavior.

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menelaah pemaknaan wasathiyyah dalam kitab al-Quran al-Karim dan Terjemahan Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh. Padanan yang kata dipakai pengarang dengan mempertimbangkan bait sajak menjadi menarik untuk diteliti. Penelitian bersifat kualitatif dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian adalah pengarang kitab ini memberikan makna yang variatif dengan lafaz wasatha. Di antaranya makna lafaz ini: saban (sama), sama teungoh (sama di pertengahan), seudang (pertengahan). Wasathiyyah mencakup aspek ibadah, muamalah, etika dan seterusnya. Dalam hal ibadah, kadar, model dan waktu itu diberikan tuntunan dalam syariat. Dalam aspek muamalah, konsep ini mengatur cara berkomunikasi, waktu dan bagaimana interaksi. Dalam hal etika, wasathiyyah ini menjadi role model dalam bersikap dan bertingkah laku.

Keywords: meaning, wasathiyyah, book of Mahjiddin Jusuf, life


Keywords


Meaning, Wasatiyyah, Book of Mahjiddin Jusuf, life



DOI: http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v45i2.831

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: