PEREMPUAN MENGGUGAT: Telaah Perceraian Wanita Muslimah Berkarir di Kota Medan

Fatimah Zuhrah

Abstract


Abstrak: Baiknya pondasi sebuah rumah tangga secara tidak langsung berpengaruh terhadap jatuh bangunnya sebuah negara, dan sebaliknya rusaknya pondasi sebuah keluarga berpengaruh terhadap merosot dan berkembangnya sebuah negara. Beberapa tahun belakangan ini jumlah permintaan gugat cerai istri terhadap suami mengalami peningkatan terutama dari isteri yang berkarir. Penelitian ini melihat permasalahan yang dibangun dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk melihat dan memahami faktor perceraian wanita muslimah berkarir di kota Medan berdasarkan fenomena, fakta dan data yang peneliti temui di lapangan. Berdasarkan temuan penelitian didapat bahwa untuk menegakkan konsep ideal sebuah keluarga sangat sulit untuk dilakukan pada masa sekarang. Kondisi perkawinan sekarang sangat berbeda dengan masa dahulu dalam pemaknaan relasi suami isteri. Dahulu pernikahan memiliki posisi sangat sakral, pernikahan dianggap sebagai ibadah, sehingga orang takut untuk bercerai, karena cerai dianggap aib dan dosa.

Abstract: Women Prosecute: A Study of Divorce in Careered-Muslim Women in Medan City. The good foundation of a household indirectly affects the rise and fall of a country, and vice versa, the damage to a family’s foundation affects the decline and development of a country. In the last decade, the number of divorce petition against husbands has increased, especially from careered-wives. This paper attempts to study the problems using a phenomenological qualitative approach to thoroughly comprehend the factors of divorce of careered-Muslim women in Medan city based on the phenomena, facts and data that researchers encountered in the field. This study finds that to enforce the ideal concept of a family is not an easy task to do at present. The current condition and perception of marital tie within the society is very different from the past. At the early stage of development of human history, marriage were regarded as inherent in religious observance, and thus, people were reluctant to divorce since it was a disgrace and sin.

Kata Kunci: gender, feminisme, cerai, wanita karir, Muslimah


Full Text:

PDF

References


Faisal, Sanafiah. “Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif,” dalam Burhan Bungin. Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya, 2010.

Rahman, Fazlur. “Islam: Challenges and Opportunities,” dalam Islam: Past Influence and Present Challenge, Ed. Welch & P. Cachia. t.t.p.: 1979.

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi Modern, terj. Alimandan. Jakarta: Prenada Media, 2003.

Sharur, Muhammad. Metodologi Fiqih Islam Kontemporer, terj. Sahiron Syamsuddin & Burhanudin. Yogyakarta: eLSAQ Press, 2004.

Zein, Satria Effrendi M. Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer: Analisis Yurisprudensi dengan Pendekatan Ushuliyah. Jakarta: Prenada Media Group, 2004.

Zuhrah, Fatimah. “Partisipasi Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Pengelolaan Keuangan dalam Keluarga Muslim,” dalam Jurnal Harmoni, No. 2 Vol 12, Mei-Agustus 2013.

Zuhrah, Fatimah. “Relasi Suami dan Istri dalam Keluarga Muslim Menurut Konsep al-Qur’an: Analisis Tafsir Maudhuiy,” dalam Analytica Islamica, Vol. 2, No. 1, 2013.

“Perkawinan dan Keluarga,” dalam Majalah Bulanan, NO 470/2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v42i2.520

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: