PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEBANGSAAN: Studi Tentang Buku al-Difâ‘ ‘ani al-Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ Karya Kiai Muhammad Said

Rustam Ibrahim

Abstract


Abstrak: Kelompok radikal kerap menyerang ormas Islam yang tidak sependapat dengan mereka, termasuk pesantren. Pemahaman kebangsaan pesantren dengan kaum radikal bertolak belakang. Kaum radikal anti nasionalisme, sedangkan pesantren sangat erat dengan nasionalisme. Dalam hal ini, Pesantren Lirboyo memiliki sebuah kitab yang berjudul al-Difâ‘ ‘ani al Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ. Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang konsep, aplikasi, dan urgensi pendidikan kebangsaan pada kitab tersebut. Berdasarkan penelitian, konsep pendidikan kebangsaan adalah media dan sarana untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Aplikasi pendidikan kebangsaan adalah menerapkan kaidah pendidikan kebangsaan, yaitu memperkokoh persatuan, memperkuat keamanan, menegakkan kemaslahatan, dan menanamkan rasa cinta tanah air.

Abstract: Pesantren and Education of Nationality: Study Against al-Difâ‘ ‘ani al Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ by Kiai Muhammad Said. Radical group often attacks against Islamic organizations that disagree with them, including pesantren. The understanding of pesantren with radical groups in the concept of nationality is contradictory. Radical group is anti nationalism, while pesantren is very close with nationalism. In this case, Pesantren Lirboyo has a book entitled al-Difâ‘ ‘ani al Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ. This paper is the result of a research on the concept, application, and urgency of nationality education in the book of al-Difâ‘. Based on the research, the concept of nationality education is the media to maintain the unity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. The application of nationality education is applying the rules of nationality education, namely strengthening unity, strengthening security, upholding benefits, and instilling a sense of loving the homeland.

Kata Kunci: radikalisme, negara, politik, pendidikan, pesantren


Full Text:

PDF

References


‘Âlî, Muhammad. Dalîl al-Fâlihîn. Beirut: Dâr al-Ma‘rifah, 2004.

Al Chaidar, dan Herdi Sahrasad. “Negara, Islam, dan Nasionalisme: Sebuah Perspektif,” dalam Jurnal Kawistara, No. 1, 21 April 2013.

Al-Asqalânî, Ibn Hajar. Fath al-Bârî Syarh Shahîh Bukhârî, Juz III. Beirut: Dâr al-Ma‘rifah, 1379.

Al-Azhârî, Usamah al-Sayyid Mahmûd. Al-Haq al-Mubîn fi Radd ‘ala Man Tala‘aba bi al-Dîn. Abu Dhabi: Dâr al-Fâqih, 2010.

Al-Bantani, Abuya Muhtadi. “Fatwa Abuya Muhtadi Al-Bantani,” dalam http://www. muslimoderat.net/2017/09/, 9 November 2017.

Al-Bukhârî, Muhammad bin Ismâ‘îl Abu ‘Abdillâh. Shahîh Bukhârî, Juz III. Damaskus: Dâr Thuqi al-Najah.

Al-Ghazâlî, Abu Hamîd Muhammad bin Muhammad. Al-Mustashfa. Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2000.

Al-Hijâzi, Muhammad Mahmûd. Tafsîr al-Wadhîh. Beirut: Dâr al-Jail al-Jadîd, 1413.

Ali, Ala’ al-Dîn. Kanzul ‘Amâl, Jilid III. Beirut: Mu’assasah al-Risâlah, 1981.

Asy’ari, Hasyim. “Muqaddimah Qanun Asasi Hadratusy Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari”, dalam Zuhairi Misrawi, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari: Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan. Jakarta: Kompas, 2013.

Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos, 2002.

Best, John W. “Research in Education,” dalam Sanapiah Faisal dan Mulyadi Guntur Warseso (Peny.), Metodologi Penelitian Pendidikkan. Surabaya: Usaha Nasional, 1982.

Hadi, Sutrisno. Motodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset, 1989.

Hakim, Lukman. “Nasionalisme dalam Pendidikan Islam,” dalam Jurnal Pendidikan Islam, Vol. XVII, No. 2, 2012/1433.

Hanbal, Ahmad bin. Musnad Imâm Ahmad bin Hanbal, Jilid XVII. Beirut: Mu’assasah al-Risâlah, 2001.

Haqi, Ismâ‘îl. Rûh al-Bayân, Jilid VI (Beirut: Dâr al-Fikr: 1127.

Kusumawardani, Anggraeni, dan Faturochman. “Nasionalisme,” dalam Buletin Psikologi, Vol. XII, No. 2, Desember 2004.

Abdurrahman Wahid (ed.). Ilusi Negara Islam. Yogyakarta: Ma’arif, 2009.

Masduqi, Isyraqun Najah. “Seminar Mengobarkan Semangat Kebangsaan di PP Lirboyo Kediri, Tanggal 27 Oktober 2016,” dalam https://lirboyo.net/seminar-mengobarkan-semangat-kebangsaan/, 4 Juni 2017.

Muhammad, Husein. “Memahami Sejarah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang Toleran dan Anti Ekstrem,” dalam Imam Baihaqi (ed.), Kontroversi Aswaja. Yogyakarta: LKiS, 2000.

Nadzir, Muh. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996.

Nawawi, Hadari. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Press, 1995.

Nur, Aminuddin. Pengantar Studi Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Pembimbing Massa, 1967.

Ponpes Lirboyo. “Maklumat PWNU Jawa Timur,” dalam https://lirboyo.net/maklumat-pwnu-jawa-timur/, 4 Juni 2017.

Said, Muhammad. al-Difâ‘ ‘ani al Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ. Kediri: Mujtaba, 2016.

Soekarno. “Lahirnya Pancasila,” dalam Mr. Soepardo, et.al., Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia (Civics). Jakarta: Balai Pustaka, 1962.

Soekarno. Di Bawah Bendera Revolusi. t.t.h.: t.h., t.t.

Subhan, M. et.al. Tafsir Maqosidhi: Kajian Tematik Maqashidi al-Syari’ah. Kediri: Lirboyo Press, 2013.

Suryabrata, Sumadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1995.

Tahir, Masnun. “Wacana Fikih Kebangsaan dalam Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Kampus di NTB,” dalam asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Vol. 49, No. 2, 2015.

Yatim, Badri. Soekarno, Islam, dan Nasionalisme. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v42i1.489

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: