THE RITUAL OF KHANDURI LAÔT IN LOWLAND ACEH: An Ethnographic Study in South, South West and West Aceh

Abdul Manan

Abstract


Abstract: This article aims to describe and analyze critically about the ritual of khanduri laôt in lowland Aceh. This annual ritual has been performed from one generation to another for it cannot be separated from the life of fishermen and it leaves a deep impression among the participants. This research is a field research and its data is obtained through meticulous observation of the ritual action and in-deep interview, discussion with the main protagonists of the ritual performance. The result of the research shows that the village fishermen made the offering (cosmological exchange) besides reciting the verses from the Qur’an. The offering is made to “the possessor of the fish” and is also given to “the sea water spirit” who takes care of the fish pond, the coast sea, the sea’s surface, the waves, and the deep sea. The village fishermen considered that cosmological exchange is important to be done as the protection for the fishermen from harm at sea besides the fish will go near the sea coast and taste the khanduri so that the fishermen can easily catch them.

Abstrak: Ritual Kenduri Laut di Daratan Aceh: Kajian Etnografi di Aceh Selatan, Barat dan Baratdaya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa secara kritis tentang ritus khanduri laôt di dataran rendah Aceh. Ritus tahunan ini telah dilaksanakan dari generasi ke generasi karena tidak dapat dipisahkan dari kehidupan nelayan dan meninggalkan impresi yang mendalam diantara pengikutnya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dan datanya diperoleh melalui pengamatan terhadap aktivitas dan upacara ritus, wawancara mendalam dan diskusi dengan informan kunci. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa nelayan desa membuat sesajian (pertukaran cosmos) selain membaca ayat-ayat al-Qur’an. Sesajian juga dibuat untuk the possessor of the fish, dan juga kepada the sea water spirit yang menjaga kolam ikan, pantai laut, permukaan laut, gelombang dan laut dalam. Nelayan-nelayan desa menganggap bahwa pertukaran kosmos perlu dilakukan sebagai proteksi bagi mereka dari gangguan di laut dan ikan akan pergi mendekat ke tepian dan memakan sesajian, sehingga nelayan bisa menangkapnya dengan mudah.

Keywords: ritual of the khanduri laôt, sea water spirit, cosmological exchange

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Adli, et al. Selama Kearifan Adalah Kekayaan, Eksistensi Panglima Laôt dan Hukum Adat Laôt di Aceh. Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh, 2006.

Adek,. M., C. “Kearifan Lokal dalam Komunitas Nelayan Aceh,” in http://maa.acehprov.go.id/?p=426 retrieved on 23 June, 2016.

Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. “Jumlah Petani/Nelayan dan Produksi Perikanan Laut Menurut Kabupaten/Kota, 2014,” in http://aceh.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/90.

Daud, S., & Miftachuddin, C., A. Adat Melaot: Adat Menangkap Ikan Dilaut. Banda Aceh: Boebon Jaya 2010.

Haikal. “Panglima Laot,” in https://haikalbireuen2015.wordpress.com, 2015.

Manan, A. “Keuneunong,” in Adabya, No. 29, Vol. 15, 2013.

Manan, A. “The Ritual Calendar of South Aceh, Indonesia.” Ph.D. Dissertation, Muenster, WWU Muenster, 2015.

Manan, A. “Ritual Memburu Batu Giok pada Masyarakat di Kawasan Pergunungan Singgahmata: Penelitian Etnografi di Kecamatan Beutong Ateuh, Nagan Raya.” A paper presented at International Conference on Education, Islamic Studies and Social Sciences Research (ICEISR) on June 23-25, 2016, Universitas Syiahkuala Banda Aceh, 2016.

Nurasa, T., et. al. The Role of Panglima Laot “Sea Commander’’ System in Coastal Fisheries Management in Aceh, Indonesia. Jakarta: Research Institute for Marine Fisheries, 1994.

Qur’an: Translated by Saheeh International-Riyadh. Riyadh: Abulqasim Publishing House [Al-Muntada Alislami], 1997.

Result of Panglima Laot Meeting in the Special Province of Aceh. Langsa, East Aceh 23- 25 January, 1992.

Umar, R. et. al. Upacara Traditional dalam Kaitannya dengan Peristiwa Alam dan Kepercayaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Banda Aceh: Pusat Penelitian Sejarah dan Kebudayaan Daerah, 1986/1987.

Wibowo, AB et. al. Sistem Pengetahuan Kenelayanan pada Masyarakat Nelayan Aceh Besar. Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh, 2000.

Panglima Laôt Aceh Strategic Planning 2005-2015. Banda Aceh: 2005.

Serambi Indonesia, July 2nd, 2009.

Serambi Indonesia, July 2nd, 2009.

Serambi Indonesia, September 25th, 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:  

                                                                  

 .....................................................................................