TELAAH SIGNIFIKANSI KONSEP MANUSIA MENURUT AL-GHAZÂLÎ

M. Yasir Nasution

Abstract


Abstrak: Al-Ghazâlî lahir pada masa kejayaan pemikiran rasional Islam klasik abad ke-10. Setelah melakukan serangkaian petualangan intelektual—yang pada titik tertentu membawanya ke titik krisis mental—ia menjadi salah seorang pemikir multi disiplin yang berpengaruh sangat luas. Artikel ini berargumentasi bahwa pemikirannya tentang spiritualisme memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai pertanyaan yang menghantui kehidupan manusia modern. Lebih khusus, penulis berpendapat bahwa manusia modern sangat membutuhkan teori al-Ghazâlî yang memadukan indera, akal, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan yang absah. Teori ini dapat menyediakan dasar epistemologi yang kokoh sekaligus satu cara yang berimbang dalam melihat hidup manusia.


Abstract: An Analysis of the Significance of al-Ghazâlî’s Concept of Men. Born at the heyday of Islamic classical rationalism of the tent century, and after going through series of intellectual adventures that at points bring him to mental breakdown, al-Ghazâlî established himself as an Islamic polymath of towering influence. The present article argues that his thought on spiritualism is of great potential in answering the many questions faced by modern man. More specifically, our present author is of the opinion that modern man is in dear need of al-Ghazâlî’s theory of integrating senses, reason, and intuition as equally legitimate sources of knowledge. This theory could provide not only a sound epistemological basis but also a balanced way of perceiving human life.


Kata Kunci: Al-Ghazâlî, spiritualitas, epistemologi, manusia, tasawuf


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v35i2.141

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: